Proyek

Surabaya merupakan salah satu kota yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Letak kota Surabaya yang strategis membuat Kota Surabaya menjadi pusat transportasi darat yang menghubungkan Surabaya dengan hinterland sekitar. Transportasi merupakan urat nadi perekonomian suatu daerah sehingga dengan semakin tingginya perekonomian menyebabkan tingkat mobilitas penduduk menjadi tinggi. Sebagai pusat kota perdagangan dan jasa, Surabaya menjadi daerah tarikan yang cukup tinggi bagi kota-kota sekitar. Hal ini berdampak terhadap volume lalu lintas di kota Surabaya cukup tinggi sehingga tidak sesuai dengan kapasitas jalan rencana. Tingginya jumlah kendaraan menyebabkan kemacetan terjadi di hampir seluruh ruas jalan terutama akses masuk dan keluar kota Surabaya dan CBD.

Untuk menanggulangi permasalahan kemacetan, Pemerintah Kota Surabaya melakukan upaya dengan penambahan prasarana pendukung di bidang transportasi yaitu dengan membangun jalan-jalan akses alternatif. Dengan adanya jalan akses tersebut maka volume lalu lintas dapat terdistribusi merata sehingga tidak hanya terkonsentrasi di koridor Utara–Selatan dengan jalur utama Jl. Ahmad Yani–Perak. Salah satu jalan akses yang akan dibangun diantaranya jalan lingkar luar barat yang menghubungkan antara Lakarsantri – Tol Surabaya Gresik. Dengan terbangunnya jalan akses yang menghubungkan Surabaya dengan daerah hinterland, maka diharapkan jumlah volume lalu lintas di dalam kota Surabaya akan berkurang sehingga mampu mengurangi kepadatan di beberapa ruas jalan

Total Trase Jalan Lingkar Luar Surabaya (JLLB) ini sepanjang ±10.100 meter. untuk jalan yang telah terbangun sejauh ±2.620 meter. Sedangkan rencana untuk pembangunan tahun 2024 sepanjang 2.670 meter.

proyek00

Galeri