Kegiatan

Avoor Wonorejo

Riol Belanda

Paving MBR

AvourWonorejo001

Avour adalah salah satu system drainase,yaitu untuk mengalirkan air menuju ke hilir atau daerah tempat berakhirnya sebuah aliran sungai.

Di Surabaya sendiri juga terdapat Sungai Avour, salah satunya bertempat di sekitar rumah pompa dan pintu control banjir di jalan Wonorejo Timur no. 1 Surabaya.

Avour sendiri merupakan akses untuk mengalirkan air dari beberapa daerah di kota Surabaya menuju ke hilir sungai atau pembuangan terakhir untuk mencegah atau mengurangi intensitas terjadinya genangan maupun banjir.

Di tahun 2022 ini Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya melakukan normalisasi saluran air/pelebaran sungai dengan melakukan pengerukan lumpur di sepanjang sungai di kawasan Sungai Avour Wonorejo.

Dimana yang dulu lebarnya 30 meter, di lapangan sekarang 20 meter, 10 meter nya di tanami mangrove.
Hasil normalisasi sungai tersebut berupa endapan lumpur diletakkan di jalan inspeksi sungai yang berada tepat di sisi samping sungai.
Pengerukan tersebut berkaitan dengan dengan penanganan banjir di kawasan Medokan Surabaya.
Untuk pengerukan memang memerlukan tempat penampungan hasil pengerukan di jalur inspeksi/ruang di sepanjang tepi sungai. Penempatan secara teknis sudah di arahkan sebisa mungkin pada tempat tempat yang tidak di tanami tumbuhan mangrove, agar tidak merusak habitat/ekosistem tumbuhan mangrove tersebut.
Sungai avour sendiri merupakan lintas sektoral yang mempunyai fungsi ganda yaitu fungsi ekonomi,ekologis dan social.

Sebagai fungsi ekologis, merupakan tempat hidup untuk beberapa makhluk hidup yang tinggal baik di badan sungai (air) ataupun di tepi sungai. Sementara sebagai fungsi ekonomi seperti ruang produksi, wisata, dan berbagai material yang dapat dikembangkan sebagai unggulan ekonomi setempat, dan sungai sebagai fungsi sosialnya, dapat menjadi penghubung masyarakat, kegiatan dan interaksi.
Di Avour Wonorejo ini kita bias berwisata dan menikmati indahnya alam, diantaranya kita bisa melihat populasi hewan yang hidup di sekitaran tepi sungai dan melihat banyak nya tumbuhan mangrove dimana tumbuhan tersebut mempunyai banyak manfaat.

Galeri

RiolBelanda000

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga pada tahun 2022 melakukan normalisasi riol belanda sesuai arahan dari Walikota Surabaya, Eri Cahyadi. Normalisasi tersebut dilakukan secara manual yaitu dengan menggunakan tenaga manusia yang biasa disebut satgas (satuan tugas) gorong.

Menurut KBBI, arti kata riol adalah saluran pembuangan air (di tepi jalan dan sebagainya). Untuk mencegah pengotoran lingkungan gedung atau rumah harus dilengkapi dengan fasilitas sanitasi, seperti saluran tata riol, untuk pembuangan air hujan dan air limbah, untuk pembuangan sampah

Agar setiap saluran bekerja dengan normal, maka perlu dilakukan pembersihan saluran yang dinamakan dengan normalisasi.
Normalisasi telah dilakukan dari bulan Juni hingga bulan Oktober 2022 dan masih tetap dilakukan dengan target pembersihan sudah 100% sebelum musim penghujan yang diperkirakan akan datang pada bulan November nanti. DSDABM selalu memastikan bahwa setiap saluran di Kota Surabaya dapat dengan siap menampung derasnya intensitas hujan yang akan datang.

Galeri

 

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya memberikan kesempatan kerja bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terdampak pandemi Covid-19 melalui Program Padat Karya pada Tahun Anggaran 2022 sebagaimana instruksi dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pelatihan padat karya pembuatan paving kepada MBR. Penyelenggaraan Pavingisasi secara padat karya melalui pemberdayaan MBR sebagai penyedia bahan dengan tersedianya paving hasil dari program padat karya yang melibatkan masyarakat mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan sehingga timbul rasa ikut memiliki serta terlibat aktif dalam pemeliharaan.

Program Padat Karya yang dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga dimulai dari proses pendaftaran pelatihan pembuatan paving, klarifikasi data MBR, pelaksanaan pelatihan, MBR terampil, pemberian bantuan alat pembuatan paving kepada MBR, untuk MBR terampil akan diberikan fasilitasi pengurusan NIB, BPJS, Modal sampai dengan DSDABM Kota Surabaya melakukan pembelian dan memanfaatkan hasil produksi paving MBR. Tujuan program padat karya adalah selain memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Surabaya juga menciptakan iklim kerja sama antara Pemerintah Kota Surabaya dengan masyarakat. DSDABM mentargetkan sebanyak 8 (delapan) lokasi rencana pelaksanaan Pelatihan Pembuatan Paving Padat Karya yang dapat diikuti oleh 160 orang MBR pada tahun ini.

Mutu paving yang menjadi target dari pembuatan paving Padat Karya ini minimal K175. Namun faktanya, produk paving yang dihasilkan MBR justru melebihi ekspektasi dengan hasil tes tekan rata-rata di atas K300. Kualitas paving K300, standarnya digunakan untuk jalan yang biasa dilintasi oleh kendaraan mobil, pickup, truk kecil dan motor. Sementara kualitas paving K175 diperuntukkan bagi jalan yang biasa dilintasi pejalan kaki serta kendaraan roda dua. Artinya, paving kualitas K175 dengan ukuran 10x20x6 sentimeter tersebut, digunakan untuk pembangunan jalan yang memiliki lebar kurang dari 2 meter. Meski demikian, DSDABM selalu menekankan kepada kelompok usaha Padat Karya bahwa pembuatan paving agar tidak mengabaikan segi kualitas. Dengan melihat kualitas paving yang dihasilkan MBR, DSDABM optimistis produk paving ini ke depan pemasarannya dapat lebih luas. Artinya, paving yang dihasilkan kelompok usaha padat karya ini ke depan diharapkan tak hanya dipasarkan di lingkungan Pemkot Surabaya.

Syaiful Anas (38) adalah salah satu MBR yang tergabung dalam kelompok usaha padat karya pembuatan paving. Warga Jalan Krampung Gang 2 No 16, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari Surabaya tersebut mengaku, taraf hidupnya kini lebih meningkat. Selama dua bulan, Anas bersama peserta pelatihan lainnya digembleng. Mulai dari tahapan komposisi bahan, cara kerja mesin press, hingga bagaimana agar mendapatkan kualitas paving yang baik.

Pasca dua bulan mengikuti pelatihan, Anas lantas membentuk kelompok usaha pembuatan paving bersama lima rekan lainnya. Mulai dari perizinan usaha, alat press hingga modal untuk pembelian bahan, semuanya difasilitasi oleh pemkot. Bahkan, ia bersama rekan-rekannya juga difasilitasi pemkot untuk BPJS Ketenagakerjaan. Dalam sehari, ia bersama rekan-rekannya mampu memproduksi paving rata-rata 40 meter persegi. Paving yang diproduksi ini memiliki ukuran 10x20x6 sentimeter. Dari hasil produksi paving itu, dalam sebulan Anas mendapatkan penghasilan sekitar Rp6 juta.

 

Galeri