Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya terus bergerak dalam upaya penataan infrastruktur kota secara berkelanjutan. Salah satu titik fokus saat ini adalah pelebaran Jalan Tambang Boyo yang tengah dalam tahap akhir pelaksanaan. Proyek ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam mengatasi kawasan kumuh, memperbaiki tata ruang kota, dan memperlancar arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Pekerjaan penataan dimulai sejak awal tahun dengan tahapan teknis yang meliputi pembukaan lahan, pemasangan saluran drainase, pemadatan tanah, hingga pengaspalan yang kini telah dilakukan di beberapa bagian utama jalan. Peningkatan kualitas fisik jalan ini dirancang agar tidak hanya memperluas akses mobilitas, tetapi juga mendukung keberfungsian kawasan secara sosial dan ekonomi.
Penataan kawasan ini merupakan komitmen Pak Eri untuk menata kota secara menyeluruh. Wali Kota Surabaya tersebut menjelaskan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari rencana pembangunan yang sempat terbengkalai sejak tahun 2007. Kini, setelah melalui proses teknis dan sosial yang matang, proyek ini kembali dijalankan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan partisipatif.
Proyek ini juga memperhatikan aspek sosial secara serius. Para pedagang yang sebelumnya menempati area tersebut telah sepakat untuk direlokasi ke tempat lain yang lebih layak. Pendekatan relokasi dilakukan dengan cara persuasif, mengutamakan dialog dan kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat terdampak.
Dengan selesainya proyek ini, kawasan Tambang Boyo diharapkan menjadi lebih nyaman untuk dilalui, baik oleh kendaraan maupun masyarakat sekitar. Penataan ini adalah salah satu dari banyak langkah kami dalam mewujudkan Surabaya yang lebih manusiawi, tertib, dan berkelanjutan.
Temukan juga di: [https://www.instagram.com/reel/DM6xK4QvTV3/?igsh=Y3ppc3VrZTBpZ2Ry]






