Dalam menjaga wilayah pesisir timur Kota Surabaya agar tetap aman dari genangan air, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) mengoperasikan Rumah Pompa Tambak Wedi selama 24 jam penuh. Fasilitas vital ini menjadi salah satu titik utama dalam sistem pengendalian air Kota Surabaya, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Rumah Pompa Tambak Wedi berperan penting dalam mengalirkan air dari kawasan rendah ke saluran primer yang menuju laut atau sungai besar. Sebelum air masuk ke dalam sistem pompa, terdapat screening system atau penyaring yang berfungsi menahan sampah berukuran besar agar tidak masuk ke impeller pompa. Mekanisme ini sangat penting untuk mencegah kerusakan mesin dan menjaga kinerja pompa tetap optimal.
Namun, tantangan terbesar dalam operasional pompa adalah banyaknya sampah yang terbawa aliran air. Setiap harinya, sampah yang tertahan di penyaring dapat mencapai volume hingga bertruk-truk, terdiri dari berbagai jenis limbah rumah tangga dan plastik. Tim DSDABM bekerja keras melakukan pembersihan rutin agar tidak terjadi penumpukan yang dapat menghambat aliran air dan menurunkan efisiensi kerja pompa.
Pemeliharaan rumah pompa dilakukan secara berkala, mencakup pengecekan mesin, pembersihan saluran inlet, serta pengawasan kondisi panel listrik dan pompa utama. Dengan kesiapsiagaan petugas yang bekerja dalam sistem shift 24 jam, DSDABM memastikan seluruh perangkat dapat berfungsi maksimal kapan pun dibutuhkan.
Melalui upaya ini, DSDABM mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam membuang sampah. Kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan akan sangat membantu mencegah gangguan pada sistem pompa dan memperlancar aliran air di seluruh jaringan drainase.
Bersih aliran, lancarnya pompa, amannya kota kita — semangat ini terus dijaga oleh seluruh jajaran DSDABM agar Surabaya tetap menjadi kota yang tangguh menghadapi musim hujan dan bebas dari genangan.
Temukan juga di: https://www.instagram.com/p/DRbBFoGkn9e/






